Latest News

Featured
Recent Posts

Wednesday, October 6, 2021

Apakah Benar, Air Hangat Bisa Menyembuhkan Bermacar Penyakit, Bahkan Bisa Menyelamatkan Jiwa Saudara Atau Teman Anda ?



MINUM AIR HANGAT BISA SELAMATKAN NYAWA

Sekelompok Dokter Jepang menegaskan bahwa air hangat adalah 100% efektif dalam menyelesaikan beberapa masalah kesehatan seperti :

1. Migrain
2. Tekanan darah tinggi
3. Tekanan darah rendah
4. Nyeri sendi
5. Peningkatan dan penurunan detak jantung secara tiba-tiba
6. Epilepsi
7. Menghilangkan kadar kolesterol
8. Batuk
9. Ketidak nyamanan tubuh
10. Nyeri gout
11. Asma
12. Batuk terus menerus
13. Penyumbatan pembuluh darah
14. Penyakit yang terkait dengan Uterus & Urine
15. Masalah perut
16. Nafsu makan yang buruk
17. Juga semua penyakit yang berkaitan dengan mata, telinga & tenggorokan.
18. Sakit kepala

BAGAIMANA CARA MEMAKAI AIR HANGAT

Bangun pagi-pagi dan minum sekitar * 2 gelas air hangat ketika perut kosong *. Anda mungkin tidak dapat membuat 2 gelas di awal tetapi perlahan-lahan.

CATATAN:

JANGAN makan apa pun 45 menit setelah mengambil air.

Terapi air hangat akan menyelesaikan masalah kesehatan dalam jangka waktu yang wajar seperti:

✔ Diabetes dalam 30 hari
✔ Tekanan darah dalam 30 hari
✔ Masalah perut dalam 10 hari
✔ Semua jenis Kanker dalam 9 bulan
✔ Penyumbatan pembuluh darah dalam 6 bulan
✔ Nafsu makan yang buruk dalam 10 hari
✔ Uterus dan penyakit terkait dalam 10 hari
✔ Masalah Hidung, Telinga, dan Tenggorokan dalam 10 hari
✔ Masalah wanita dalam 15 hari
✔ Penyakit jantung dalam 30 hari
✔ Sakit kepala / migrain dalam 3 hari
✔ Kolesterol dalam 4 bulan
✔ Epilepsi dan kelumpuhan terus menerus dalam 9 bulan
✔ Asma dalam 4 bulan

AIR DINGIN ITU TIDAK BAIK UNTUK ANDA !!!

Jika air dingin tidak mempengaruhi Anda pada usia muda, akan membahayakan Anda di usia tua.

Air dingin menutup 4 urat-urat jantung dan menyebabkan serangan jantung. Minuman dingin adalah alasan utama untuk serangan jantung.

Ini juga menciptakan masalah di hati karena membuat lemak terjebak di hati. Kebanyakan orang yang menunggu transplantasi hati adalah korban minum air dingin.

Air dingin mempengaruhi dinding internal lambung,Ini mempengaruhi usus besar dan menghasilkan Kanker

JANGAN TAHAN INFORMASI INI UNTUK DIRI SENDIRI

Tuesday, October 29, 2019

5 Tips Menabung untuk Liburan Tahunan (Best Practice)

5 Tips Menabung untuk Liburan Tahunan (Best Practice)

Bagaimana cara menabung yang pas, agar dapat mencukupi uang untuk liburan? Salah satu rekan Finansialku, kali ini akan membahas mengenai 5 tips menabung untuk liburan tahunan.

5 Tips Menabung Uang Liburan Tahunan
Apakah teman-teman sudah memiliki rencana mau berlibur kemana di tahun ini? Jika belum, ga ada salahnya mulai dari sekarang teman-teman cari destinasi wisata yang keren. Nah setelah itu saatnya mulai menabung. Jangan sampai utang untuk liburan ya!

5 Tips Menabung untuk Liburan Tahunan (Best Practice) - Perencana Keuangan Independen Finansialku
[Jawab Quiz: Liburan Itu Kebutuhan atau Keinginan?]

Nah langsung saja berikut ini 5 tips menabung untuk mempersiapkan dana liburan Anda:

Merubah Gaya Hidup Konsumtif menjadi Gaya Hidup Produktif
Hayo ngaku, apakah Anda saat ini masih memiliki banyak pengeluaran-pengeluaran konsumtif? Nah kalau memang masih memiliki banyak pengeluaran konsumtif, ya mulailah dikurangi. Misal kurangi pengeluaran untuk ngopi, kemudian uangnya diinvestasikan. Kira-kira apa yang terjadi kalau uang untuk ngopi-ngopi kita investasikan?

Kerja Sampingan
Banyak sekali yang dapat kita lakukan untuk menambah penghasilan. Untuk teman-teman yang masih kuliah atau ibu rumah tangga, sekarang ini sudah ada yang namanya BukaLapak.com atau Tokopedia.com. Anda dapat mulai berjualan dari toko-toko online tersebut. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membuat toko online. Selain itu teman-teman juga dapat memanfaatkan kendaraan yang nganggur untuk dijadikan bisnis, seperti GoJek, Grab dan Uber.

[Baca juga: 5 Kunci Sukses Untuk Kembangkan Bisnis Kamu!]

Menabung dan Berinvestasi
Setelah Anda mengetahui berapa biaya perjalanan Anda, sekarang saatnya Anda mulai menabung dan berinvestasi. Jika Anda berencana melakukan perjalanan di tahun ini juga, sebaiknya investasikan di produk-produk keuangan yang konservatif. Contoh Anda dapat berinvestasi di reksa dana pasar uang, memanfaatkan deposito atau mengoleksi dollar (jika Anda bepergian ke luar negeri).

Jual Barang Bekas yang Kamu Miliki
Salah satu solusi yang pas untuk teman-teman adalah cuci gudang. Anda dapat mulai menjual barang-barang bekas yang sudah tidak lagi terpakai. Daripada numpuk, mendingan Anda foto, kemudian jual di internet. Anda dapat menggunakan website-website seperti OLX untuk menjual barang-barang bekas Anda.

Berburu Liburan Hemat
Sekarang ini informasi mengenai perjalanan dapat Anda akses melalui website. Anda cukup mencari destinasi wisata di Google, kemudian akan ada banyak pilihan penawaran dari biro wisata (agen perjalanan). Lakukan perbandingan harga dan paket wisata. Ingat sama-sama ke Bangkok, bisa saja harga agen wisata yang satu bisa lebih murah jauh. Nah Anda perlu mencermati isi paket penawaran, apakah sudah termasuk hotel, akomodasi dan makanan (sarapan, makan siang, makan malam).

Berapa sih kira-kira budget atau anggaran untuk liburan bersama pasangan atau bersama keluarga?

3 Alasan Mengapa Investasi Properti Sangat Menguntungkan


3 Alasan Mengapa Investasi Properti Sangat Menguntungkan

Apa yang membuat investasi properti begitu menguntungkan? Dari sekian banyak instrumen investasi, properti merupakan salah satu bentuk investasi dengan keuntungan yang menarik. Mari kita bahas beberapa alasan mengapa Anda harus mencoba investasi properti.

Investasi Properti adalah Investasi yang Unik
Anda tentu sudah sering mendengar istilah investasi properti. Properti adalah salah satu bentuk investasi yang skemanya relatif unik. Berbeda dengan investasi reksa dana atau saham, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam investasi properti. Tetapi jangan salah, Anda perlu tahu bahwa ada banyak juga celah yang dapat dimanfaatkan dalam investasi properti. Jika Anda mampu membuat strategi yang cemerlang, investasi properti dapat memberikan keuntungan yang berlipat ganda dengan cepat.

Mari kita bahas beberapa alasan mengapa investasi properti sangat menguntungkan :

Keuntungan #1 Cashflow
Investasi properti dapat memberikan keuntungan cashflow atau arus kas yang dapat dinikmati setiap bulan. Pendapatan ini sifatnya pasti, tidak dipengaruhi oleh faktor pasar. Berbeda dengan investasi saham hanya yang menghasilkan capital gain. Pada pendapatan capital gain, ada pengaruh kondisi pasar. Keuntungan yang diperoleh bisa berfluktuasi mengikuti kondisi pasar.
Kata Dolf De Roos Aturan Investasi Properti 100 30 3 1 - Perencana Keuangan Independen
[Baca Juga : Aturan Investasi Properti Ala Dolf De Roos]

Salah satu cara yang paling umum untuk mendapatkan keuntungan dari investasi properti adalah dengan menyewakan properti. Penyewaan properti akan memberikan keuntungan cashflow. Keuntungan Anda tidak akan dipengaruhi oleh kondisi pasar. Jika Anda sudah menentukan harga tertentu untuk penyewaan properti per satu periode, maka dalam periode tersebut Anda pasti mendapatkan keuntungan dengan jumlah yang sama. Misalnya :

Ricky memiliki sebuah rumah kost yang disewakan secara bulanan. Rumah tersebut memiliki 10 kamar dengan harga sewa Rp 1.000.000 per kamar / bulan. Karena itu setiap bulan Ricky akan mendapatkan keuntungan cashflow sebesar :
10 Kamar x Rp 1.000.000 = Rp 10.000.000 / bulan

Keuntungan sebesar Rp 10.000.000 / bulan tersebut tidak mungkin berubah secara tiba-tiba karena pengaruh pasar apapun. Hanya saja Anda harus menyesuaikan harga dengan kondisi properti dan lingkungan sekitarnya. Artinya, risiko investasi akan tetap ada, tetapi risiko tersebut menjadi lebih rendah. Investasi yang menghasilkan keuntungan cashflow seperti ini akan sangat bermanfaat ketika Anda pensiun nanti.

Ketika pensiun Anda tidak akan mendapatkan gaji dari perusahaan lagi, sehingga hanya pendapatan pasif dan pendapatan investasi yang dapat Anda gunakan untuk menutupi kebutuhan bulanan. Tentu Anda menginginkan kepastian bahwa setiap bulan kebutuhan Anda akan tercukupi. Bayangkan jika Anda memanfaatkan keuntungan capital gain untuk kebutuhan bulanan pada masa pensiun. Anda harus was-was apakah pendapatan tersebut dapat menutupi kebutuhan atau tidak.

Keuntungan #2 Capital Gain
Selain keuntungan cashflow, investasi properti sekaligus memberikan keuntungan capital gain bagi investornya. Properti adalah aset yang harganya terus meningkat. Apalagi jika Anda memiliki properti di daerah yang strategis. Semakin lama, daerah yang strategis akan semakin penuh sehingga harganya pun semakin mahal. Bagi orang yang tidak mampu membeli properti di daerah strategis akan mencari daerah pinggiran.

Investasi Properti Tidak Sama Dengan Cuma Beli Properti - Beli dengan Bijak - Perencana Keuangan
[Baca Juga : Investasi Properti Tidak Sama Dengan Cuma Beli Properti]

Pada akhirnya daerah pinggiran tersebut pun akan penuh dan begitu seterusnya. Karena itulah harga properti cenderung terus meningkat setiap tahunnya. Ketika harga properti sudah meningkat, Anda bisa menjualnya di harga saat ini yang lebih tinggi daripada harga saat Anda membelinya. Disitulah Anda mendapatkan capital gain. Misalnya :

Andi membeli sebuah rumah seharga Rp 1 Milyar pada tahun 2010. Pada tahun 2016 Andi ingin menjual rumah tersebut. Harga rumah tersebut sekarang sudah meningkat menjadi Rp 2 Milyar. Karena itu Andi mendapatkan capital gain sebesar Rp 1 Milyar.

Properti memang bukan tipe investasi dengan likuiditas tinggi. Menjual properti bukanlah hal yang mudah karena orde harganya yang tinggi. Tetapi jangan lupa bahwa dengan investasi properti Anda juga bisa mendapatkan keuntungan cashflow. Selama properti tersebut belum terjual, Anda dapat menyewakannya sehingga properti dapat tetap menghasilkan uang.

Keuntungan #3 Apresiasi
Keuntungan apresiasi ini memiliki skema yang hampir mirip dengan capital gain. Anda mendapatkan keuntungan dari harga beli properti dengan harga pasarannya saat ini. Perbedaannya, dalam hal apresiasi Anda tidak perlu menjual properti tersebut. Misalnya:

Reni memiliki sebuah ruko yang dibeli pada tahun 2008 seharga Rp 1 Milyar. Saat ini Reni ingin mengambil kredit dengan agunan ke bank Ruko yang dimiliki Reni dapat digunakan sebagai agunan. Bank kemudian akan menilai berapa harga ruko tersebut jika dijual saat ini. Karena harga properti terus meningkat, setelah diperhitungkan bank menghargai ruko tersebut sebesar Rp 2 Milyar. Karena itu Reni dapat meminjam uang sebesar ± Rp 2 Milyar dengan agunan ruko yang dimilikinya. Dengan begitu keuntungan apresiasi yang didapatkan Reni adalah sebesar Rp 1 Milyar. Keuntungan ini didapatkan tanpa harus menjual asetnya.

Berbisnis Properti dengan Utang - Bisnis Properti - Perencana Keuangan
[ Baca Juga : Rahasia Pebisnis Properti – Perbanyak Rumah Lewat Utang]

Peningkatan nilai aset seperti itulah yang kemudian disebut keuntungan apresiasi. Jika Anda mendapatkan nilai pinjaman yang sangat besar sebagai hasil apresiasi, Anda dapat membeli properti baru lagi. Kemudian gunakan properti tersebut untuk disewakan. Usahakan penghasilan sewa dapat digunakan untuk menutupi cicilan kredit. Dengan begitu properti yang akan bekerja untuk menghasilkan uang bagi Anda. Inilah alasan mengapa investasi properti dapat berlipat ganda dengan cepat.

Investasi Properti Memberi Keuntungan Ganda, Bahkan Triple
Investasi properti adalah investasi yang mampu menghasilkan 3 macam keuntungan. Dengan investasi ini, akan sangat mudah menyeimbangkan portofolio investasi Anda. Modal yang dikeluarkan memang tidak kecil, tetapi coba perhitungkan setiap keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Jika mampu mencari celah keuntungan dan membuat strategi cemerlang, investasi Anda dapat berlipat ganda dengan cepat.

Apakah Anda pernah memiliki pengalaman unik saat berinvestasi properti? Silakan tinggalkan komentar Anda di bawah ini, terima kasih.

Sumber Gambar :
Property Investment – https://goo.gl/w6IBUv
--------------------------------------------------------------

Kata Dolf De Roos: Aturan Investasi Properti 100:30:3:1

Kata Dolf De Roos: aturan investasi properti 100:30:3:1. Kira-kira apa yang dimaksud dengan aturan investasi properti 100:30:3:1 ? Perencana keuangan independen Finansialku akan sharing mengenai aturan investasi properti 100:30:3:1.

Aturan Investasi Properti 100:30:3:1
Amerika telah melahirkan banyak investor properti yang sukses, seperti Donald Trump, Robert T. Kiyosaki, Dolf De Roos dan banyak lainnya. Sebagai seorang investor cedik, Dolf De Roos membagikan rahasia dibalik kesuksesannya dalam berinvestasi properti. Mau tahu rahasianya?

Kata Dolf De Roos Aturan Investasi Properti 100:30:3:1 -

Dolf De Roos mampu memilih properti yang menguntungkan. Properti yang menguntungkan itu seperti apa? Banyak sekali ceklistnya, tetapi satu hal yang utama yaitu: Properti tersebut harga di bawah nilainya. Contoh Sebuah rumah saat ini harganya Rp 500 juta, tetapi jika dilakukan sedikit renovasi maka nilainya bisa mencapai Rp 600 juta.

Mana ada orang yang mau jual properti dengan harga di bawah nilainya? Jawabannya ada tapi sedikit sekali. Oleh sebab itu Dolf De Roos mebuat aturan investasi properti 100:30:3:1. Berikut ini diagramnya:
Aturan Investasi Properti 100:30:3:1

Pertama, seorang calon investor harus melihat (lihat luar dan dalamnya properti) 100 properti.
Dari 100 properti yang dilihat, lakukan penawaran untuk 30 properti.
Dari 30 properti yang ditawar, ajukan pembiayaan ke bank atau perusahaan pembiayaan lainnya untuk 3 properti.
Dari 3 properti yang diajukan untuk pembiayaan, beli 1 properti.

Jika dihitung angka konversinya dari melihat sampai membeli adalah 1%. Aturan investasi properti 100:30:3:1 cukup susah juga. Tidak mudah untuk melihat 100 properti. Di bukunya Dolf De Roos mengatakan banyak murid-muridnya yang berhasil melihat lebih dari 100 properti dalam 6 bulan. Roos mengatakan semakin banyak Kita melihat properti, semakin banyak pengalaman yang Kita dapatkan.

Kesimpulan
Investasi properti berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar. Namun tidak semua properti dapat menghasilkan keuntungan besar. Dolf De Roos memiliki sebuah aturan investasi properti 100:30:3:1. Lihat 100 properti, menawar 30 properti, mengajukan pembiayaan untuk 3 properti dan membeli 1 properti.

---------------------------------------------

Berbisnis Properti dengan Utang?

Berbisnis properti dengan utang? Perencana keuangan independen Finansialku akan membahas topik keren yang banyak diperbincangkan orang yaitu mulai berbisnis properti dengan utang.



Berbisnis Properti dengan Utang
Pada dasarnya Finansialku setuju berbisnis properti dengan utang dengan syarat ketentuan berlaku. Apa aja syarat dan ketentuannya? Ada beberapa syarat dan ketentuan (pekerjaan rumah) yang harus kita penuhi, antara lain:

Syarat 1: Memiliki Pengetahuan
Syarat pertama dan utama, jika kita ingin berbisnis properti dengan utang adalah memiliki pengetahuan. Kita dapat membaca buku atau mengikuti seminar-seminar yang diadakan oleh praktisi dan investor properti sukses. Di Indonesia banyak pakar-pakar properti yang mengadakan seminar, membeli properti tanpa uang (tanpa Uang Sendiri, tetapi Uang Orang Lain).

Berbisnis Properti dengan Utang - Menyewakan Properti

Syarat 2: Memiliki Pengalaman
Edukasi saja tidak cukup, tetapi juga harus praktek. Sobat Finansialku masih ingat aturan properti dari Dolf de Roos, aturan 100:30:3:1 ? Langkah pertama adalah mempelajari 100 properti. Siapkah kita?

Syarat 3: Memiliki Mentor
Bisnis akan lebih sukses jika memiliki mentor bisnis. Ketika menentukan mentor hal yang harus dipastikan adalah: calon mentor kita juga berbisnis properti dengan utang dan sudah sukses.

Berbisnis Properti dengan Utang - Bisnis Property
Syarat 4: Memiliki Metode
Namanya berbisnis properti dengan utang, selalu tidak lepas dari memilih properti yang prospek (mampu memberi keuntungan) dan seni bernegosiasi (negosiasi dengan perusahaan yang memberi utang). Pelajari metode-metodenya terlebih dahulu.

Syarat 5: Mampu Mengelola Keuangan
Syarat kelima dan terakhir adalah kemampuan mengelola keuangan (keuangan pribadi dan bisnis). Banyak orang mengalami kesulitan berbisnis properti dengan utang karena kesulitan mengelola keuangan. Umumnya pebisnis pemula mencampur adukan keuangan pribadi dengan bisnis. Mengelola keuangan juga termasuk kemampuan untuk melakukan manajemen risiko (risiko jika tidak ada penyewa atau anak kos, risiko jika terjadi kenaikan suku bunga utang, risiko jika terjadi kebakaran, kerusuhan dan lainnya).

Kesimpulan
Berbisnis properti dengan utang itu boleh jika Kita sudah mampu mengendalikan bisnis kita. Agar dapat mengendalikannya, syarat dan ketentuan berlaku:

Memiliki Pengetahuan
Memiliki Pengalaman
Memiliki Mentor
Memiliki Metode
Mampu Mengelola Keuangan
Apakah Anda pernah ikut seminar atau memulai bisnis properti dengan utang?

Sumber:
Property for rent – http://goo.gl/cXRqpp
Property business – http://goo.gl/g7TRgT
Property business for success – http://goo.gl/CCjyI4


Bagaimana Cara Investasi untuk Sumber Pemasukan?


Bagaimana Cara Investasi untuk Sumber Pemasukan?
Bagaimana cara investasi untuk sumber pemasukan? Apakah Anda ingin investasi Anda menjadi salah satu sumber pemasukan atau penghasilan keuangan Anda? Bacalah artikel ini agar Anda mendapatkan wawasan tentang cara investasi yang mendatangkan keuntungan besar.

Investasi untuk Sumber Pemasukan?
Investasi merupakan salah satu cara untuk membiarkan ‘uang bekerja untuk Anda’. Tidak jarang seseorang lepas dari pekerjaan tetapnya dan hanya bergantung pada keuntungan investasi. Cara seperti ini dikenal sebagai investasi untuk sumber pemasukan. Investasi untuk sumber pemasukan mulai marak karena sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak yang cukup menghidupi kebutuhan sehari-hari.

Konsep dasar investasi untuk sumber pemasukan adalah membentuk sebuah portofolio investasi yang terdiri dari kumpulan saham, obligasi, atau properti yang mana portofolio ini akan menghasilkan pemasukan maksimal dengan risiko minimal. Pendapatan yang dihasilkan oleh investasi ini akan dipakai layaknya gaji atau keuntungan dari usaha.

Bagaimana Cara Investasi untuk Sumber Pemasukan 2 - Finansialku
[Baca Juga: 5 Cara Ini Akan Melipatgandakan Hasil Investasi Anda]

Sebagai investor pemula, mungkin hal ini terdengar sangat sulit, mencari investasi yang tepat saja sudah cukup rumit, apalagi menjadikan investasi tersebut sebagai sumber pendapatan Anda. Tetapi dengan cara-cara di bawah ini, Anda dapat lebih memahami cara investasi yang tepat.

Cara 1: Jangan Pernah Kehabisan Uang
Salah satu peraturan dasar dari investasi untuk sumber pemasukan adalah jangan sampai portofolio Anda kehabisan uang. Walau Anda dapat menarik uang Anda dari investasi, jumlah uang yang Anda tarik harus disesuaikan dengan portofolio Anda.

Idealnya, maksimum uang yang dapat Anda tarik adalah 4% setiap tahunnya. 4% merupakan angka tengah dimana jika terjadi penurunan drastis pada pasar uang, 5% adalah tingkat yang dapat membuat Anda kehilangan seluruh uang Anda di dalam 20 tahun dan 3% adalah tingkat di mana Anda tidak akan pernah kehilangan uang secara virtual.

Demi Masa Depan, Pastikan Anak Anda Jago Berinvestasi 3 - Finansialku
[Baca Juga: Demi Masa Depan, Pastikan Anak Anda Jago Berinvestasi]



Cara 2: Pilihlah Gabungan Investasi yang Tepat Didalam Portofolio Anda
Ketika Anda ingin berinvestasi untuk sumber pemasukan, tentunya Anda tidak boleh sembarangan memilih produk investasi. Walaupun produk investasi mungkin akan menguntungkan, tetapi Anda membutuhkan sumber pemasukan yang rutin untuk membiayai hidup Anda. Berikut adalah 3 contoh instrumen investasi yang memiliki potensial.

Saham yang Membagikan Dividen

Dividen bekerja layaknya keuntungan yang dibagikan kepada para pemilik atau pemegang saham perusahaan tersebut. Dividen dibagikan berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki oleh pemilik, dan pembagian ini akan mengurangi kas yang tersedia pada perusahaan dan laba yang ditahan. Pada saat Anda memilih perusahaan, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa karakter ini:

Janganlah memilih perusahaan yang membagikan rasio dividen terlalu tinggi dan menyisakan dana yang terlalu sedikit untuk perkembangannya. Hal tersebut akan merusak posisi perusahaan di antar kompetitornya. Rasio payout ideal adalah 50% atau kurang.
Pilihlah perusahaan yang mempunyai penghasilan positif tanpa ada kerugian setiap tahunnya dengan minimum 3 tahun belakangan. Dengan cara ini, risiko investasi untuk sumber pemasukan Anda akan lebih aman
Pilihlah perusahaan yang mempunyai jejak rekam (track record) peningkatan dividen. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut cukup dewasa dan memprioritaskan pemegang saham dibandingkan membangun perusahaan raksasa.
Menunjukkan ROE (Return on Equity) yang tinggi dengan total utang perusahaan yang rendah atau nihil. Jika sebuah perusahaan menunjukkan rasio ROE yang tinggi, ini berarti perusahaan tersebut mempunyai bisnis yang lebih baik dibandingkan rata-rata.
Hidup Hanya dengan Hasil Trading Saham, Sebuah Angan-angan Ataukah Sesuatu yang Realistis 4 -
[Baca Juga: Hidup Hanya dengan Hasil Trading Saham, Sebuah Angan-angan? Ataukah Sesuatu yang Realistis?]

Obligasi
Obligasi adalah surat utang jangka panjang (minimal 3 tahun) dan pilihannya beragam, mulai dari obligasi pemerintah, perusahaan atau lembaga. Pemberi obligasi memiliki kewajiban untuk membayar bunga tertentu secara periodik serta pada saat jatuh tempo, serta wajib melakukan pelunasan pokok pinjaman (principal).

Walaupun secara teknis, obligasi akan menghasilkan keuntungan yang lebih kecil dibandingkan saham, tetapi pada situasi kebangkrutan, Anda memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan ganti rugi atas investasi Anda. Tetapi bukan berarti obligasi tidak memiliki risiko.

Salah satu risiko terbesar yang dimiliki oleh obligasi adalah durasi obligasi, sebaiknya Anda tidak memilih obligasi yang jatuh tempo lebih dari 5-8 tahun karena jika tingkat suku bunga bergerak fluktuatif, obligasi Anda akan mengalami penurunan harga yang cukup tinggi. Selain itu, sebaiknya Anda tidak berinvestasi pada obligasi luar negeri kecuali Anda mengenal betul kurs mata uang asing tersebut.

karyawan-perlu-pertimbangkan-investasi-di-obligasi-ritel-indonesia-ori013
[Baca Juga: Karyawan perlu Pertimbangkan Investasi Obligasi Ritel Indonesia: ORI013]

Properti
Investasi properti memungkinkan Anda untuk mendapatkan pemasukan secara berkala dari uang sewa atau pemakaian properti tersebut sebagai tempat kos. Pemasukan dari properti ini bekerja layaknya pemasukan pasif.

Salah satu keuntungan dari memiliki properti adalah investasi tersebut tidak akan termakan oleh inflasi. Selain itu, investasi properti cukup aman jika Anda memahami pasar lokal dan mengerti harga sebuah rumah. Bagi Anda yang telah memiliki sumber pemasukan lainnya, Anda tidak perlu takut dan bahkan Anda mungkin mampu melipatgAndakan pemasukan bulanan Anda.

Selain memberikan Anda pemasukan, mempunyai investasi properti juga membuat Anda lebih tenang karena secara psikologis Anda memiliki investasi tersebut. Akan tetapi, Anda tidak boleh menaruh seluruh dana Anda pada investasi properti karena jika pasar properti mengalami penurunan drastis, kerugian yang Anda terima akan lebih besar lagi.

3-alasan-mengapa-investasi-properti-sangat-menguntungkan
[Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Investasi Properti Sangat Menguntungkan]

Cara 3: Memberikan Alokasi yang Tepat untuk Masing-masing Produk Investasi
Persentase alokasi yang seharusnya Anda berikan untuk masing-masing aset akan bergantung dengan preferensi pribadi serta toleransi Anda akan risiko. Alokasi aset adalah sesuatu yang personal yang harus disesuaikan dengan kemampuan Anda. Cara yang paling sederhana adalah:
Mengalokasikan 1/3 aset untuk saham dividen
Mengalokasikan 1/3 aset untuk obligasi
Dan sisanya untuk investasi properti.

Cara 4: Menabung
Menabung adalah hal yang vital dalam melakukan investasi untuk sumber pemasukan. Menabung dengan investasi adalah sesuatu hal yang berbeda, di mana portofolio investasi yang terdiversifikasi dengan baik akan menghasilkan pemasukan yang cukup banyak, tetapi Anda tetap harus memiliki simpanan dana darurat.

4 Cara Menabung yang Pastinya Anti Gagal
[Baca Juga: Cara Menabung yang Efektif]

Ada Beberapa Cara yang Dapat Dilakukan
Keempat cara yang telah disebutkan dan dijelaskan sebelumnya, merupakan beberapa contoh cara yang dapat Anda lakukan. Ada cara-cara lain yang dapat Anda lakukan. Pilihlah produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Ada produk investasi yang memberikan keuntungan besar namun memiliki risiko yang sangat tinggi. Ada juga produk yang memiliki risiko tinggi namun memberikan keuntungan yang kecil. Bijaklah dalam memilih produk investasi agar dapat memenuhi sumber pemasukan Anda.

Cara investasi mana yang cocok dengan Anda? Apa pertimbangan dan alasan Anda saat memiliki cara investasi tersebut? Bagikan pengalaman Anda pada kolom yang sudah tersedia di bawah ini. Semoga bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru, terima kasih.


Sumber Referensi:
Joshua Kennon. 30 Juni 2016. 10 Steps to Successful Income Investing for Beginners. Thebalance.com – https://goo.gl/hh2XEw
Lahyanto Nadie. 8 Juni 2013. Kamus Bisnis: Apa Pengertian Dividen? Marketbisnis.com – https://goo.gl/LVCC21
Santi Pelu. 17 April 2008. Macam-macam Obligasi. Shallumelow.com – https://goo.gl/wfcWXg
Sumber Gambar:
Pebisnis Sukses – https://goo.gl/ydIywI
Diskusi Bisnis – https://goo.gl/YKuW4N
---------------------------------------------------------------------------


5 Cara Ini Akan Melipatgandakan Hasil Investasi Anda

Apa saja cara yang dapat Anda tempuh dalam melipatgandakan hasil investasi agar hasilnya semaksimal mungkin? Perlu diingat, orientasi bisnis ialah mengeruk keuntungan sebesar mungkin dan meminimalkan kerugian sekecil-kecilnya. Terapkan 5 cara melipatgandakan hasil investasi berikut ini dan lihat hasilnya!

Bagaimana Cara Melipatgandakan Hasil Investasi
Setiap investor selalu memberikan peringatan kepada dirinya sendiri agar bisa mendapatkan hasil investasi yang sebesar-besarnya. Butuh kerja keras ditambah strategi jitu, serta sedikit keberuntungan agar upaya melipatgandakan hasil investasi terwujud. Selain itu, dibutuhkan pengalaman matang serta kejelian melihat peluang guna memenangkan perolehan income investasi yang luar biasa. Bagi Anda yang baru saja terjun ke dunia investasi, upayakan 5 cara melipatgandakan hasil investasi ini sebagai kunci sukses Anda.

Karyawan Juga Bisa Sukses Berinvestasi, Ini Cara-Caranya
[Baca Juga: Apakah Ada Investasi yang Tidak Dikenakan Pajak?]

#1 Cara Klasik – Raihlah Keuntungan Secara Perlahan
Ada pepatah mengatakan “biar perlahan namun pasti”. Begitulah kira-kira bunyi pepatah yang juga dianut sebagai filosofi dalam berinvestasi maupun berbisnis. Cara ini menekankan kehati-hatian dan efektivitas dalam pelaksanaannya. Selain itu, metode ini bersifat non-spekulatif serta tidak adanya pengambilan risiko terlalu tinggi. Namun perlu diingat, dibutuhkan kesabaran ekstra untuk menuai hasil investasi yang berlimpah. Yang terpenting dalam penerapannya ialah konsistensi serta pengkalkulasian yang matang untuk setiap langkahnya. Jika cara melipatgandakan hasil investasi ini diterapkan, bukan tidak mungkin rupiah yang berlimpah akan mendatangi Anda.

#2 Cara Contrarian – Penuh Perjuangan
Seperti halnya seorang atlet yang bisa mengalami kemerosoton performa, perusahaan tempat Anda berinvestasi pun bisa demikian. Hal ini juga terlepas dari kebimbangan investornya dalam menghadapi situasi yang serba sulit ini. Kasus semacam ini dapat menghadirkan situasi, dimana investasi yang baik menjadi oversold atau terlalu banyak penjualan. Hal ini akan menciptakan peluang besar bagi investor lainnya yang berani untuk membeli investasi tersebut.

Tolok ukur yang paling klasik yang biasa digunakan untuk menaksir apakah suatu saham itu telah terjual habis, yaitu dengan melihat price-to-earnings ratio atau rasio harga perolehannya dan book value atas suatu perusahaan. Kedua ukuran ini memiliki nilai-nilai sejarah yang mapan untuk masing-masing dari kedua pasar dan industri-industri spesifik. Jika perusahaan-perusahaan berada di bawah nilai rata-rata rasio dan book value, tanpa berpikir panjang, para investor yang cerdas akan melihat sebuah peluang besar untuk investasi mereka.

Demi Masa Depan, Pastikan Anak Anda Jago Berinvestasi 1
[Baca Juga: Demi Masa Depan, Pastikan Anak Anda Jago Berinvestasi]

#3 Cara Aman
Jika Anda tidak cukup berani berurusan dengan risiko tinggi serta ancaman besar, pilihlah cara investasi yang aman dengan risiko kecil. Cara ini juga menjadi pilihan bagi para investor yang berniat melipatgandakan hasil investasi. Anda dapat memanfaatkan obligasi tanpa bunga (zero-coupon bonds) sebagai cara melipatgandakan hasil investasi.

Manfaat yang akan Anda peroleh dari obligasi tanpa bunga ialah tidak adanya kecilnya risiko dari investasi tersebut. Dengan obligasi jenis standard-coupon bonds, ada semacam tantangan dalam menginvestasikan kembali pembayaran bunga ketika pembayaran tersebut diterima. Lain halnya dengan obligasi tanpa bunga, yang tumbuh atau berkembang menuju kematangan. Tidak ada masalah untuk mencoba investasi dengan pembayaran bunga yang lebih kecil atau risiko jatuhnya pembayaran bunga.

Bagaimana Cara Mengenali Transaksi Palsu dalam Dunia Investasi
[Baca Juga: Bagaimana Cara Mengenali Transaksi Palsu dalam Dunia Investasi?]

#4 Cara Spekulatif
Ada beberapa investor yang sukses dengan cara yang lamban, tetapi ada juga investor yang jatuh terguling karena sikap dan cara spekulasinya. Terkait masalah ini, cara yang paling cepat untuk melipatgandakan hasil investasi yaitu dengan penggunaan opsi saham, batas atau harga yang sangat rendah. Opsi saham berkaitan dengan opsi jual dan opsi beli yang secara sederhana dapat digunakan untuk memprediksi apakah saham suatu perusahaan naik atau turun. Opsi ini juga dapat digunakan untuk mengisi ulang sebuah performa portofolio.

Bagi mereka yang tidak mau belajar opsi jual dan beli tetapi ingin mempertebal keyakinan atas suatu saham, ada opsi pembelian pada margin atau pembelian terhadap saham jangka pendek.

Yang terakhir, perburuan penawaran yang ekstrem dapat dengan cepat membuat pundi-pundi uang Anda berlipat ganda. Apakah Anda akan memutuskan untuk menjatuhkan pilihan pada banyak perusahaan mapan yang sedang menjual kurang dari satu dollar (sekitar Rp13 ribu) atau Anda mengorbankan ribuan dollar untuk hal besar selanjutnya? Saham bernilai kecil dapat melipatgandakan uang Anda dalam satu hari trading.

Pajak dari Keuntungan Hasil Investasi
[Baca Juga: Pajak dari Keuntungan Hasil Investasi (Deposito, Tabungan, Unit Link)]

#5 Cara Terbaik
Sementara cara ini, nampak tak senyaman dalam mengamati saham favorit Anda dari sebuah berita. Hal yang tak terbantahkan dalam melipatgandakan hasil investasi Anda yaitu dengan mencocokkan kontribusi yang Anda terima dalam rencana pensiun bos Anda. Membuatnya lebih baik bisa menunjukkan suatu kenyataan bahwa uang yang Anda persiapkan dalam rencana pensiun Anda atau rencana pensiun yang didanai oleh bos Anda akan segera masuk ke dalam laporan bos Anda.

Definisi Return atau Hasil Investasi
[Baca Juga: Definisi Return atau Definisi Hasil Investasi adalah]

Menurut Anda, tantangan apa saja yang dihadapi ketika melakukan berbagai investasi yang sepertinya menggiurkan hasilnya? Berikan tanggapan, komentar dan pertanyaan pada kolom yang tersedia di bawah ini. Bagikan setiap informasi yang Anda dapatkan kepada rekan-rekan sejawat Anda yang membutuhkan informasi melalui Finansialku.com. Terima kasih.


Sumber Referensi:
Investopedia. 5 Ways to Double Your Investment. https://goo.gl/XUlVkw
Sumber Gambar:
Broker – https://goo.gl/Naizn2

---------------------------------------------------------------------------

Demi Masa Depan, Pastikan Anak Anda Jago Berinvestasi

Apa saja yang wajib Anda ajarkan kepada anak Anda agar mereka jago berinvestasi? Anak kecil juga harus tahu apa itu investasi dan bagaimana melakukannya agar kelak mereka ketika dewasa menjadi seorang investor ulung. Bekali si kecil konsep dasar investasi dengan cara-cara ini.

Moms, Ingin Anak Anda Jago Berinvestasi? Ajarkan Cara Ini
Setiap orangtua tentu mengharapkan anaknya memiliki masa depan yang cerah dan berkehidupan lebih baik dari orang tuanya. Mereka selalu menekankan betapa pentingnya belajar dengan giat dan rajin menabung agar anak-anak mereka nantinya menjadi orang kaya dan sukses. Inilah yang menjadi fondasi setiap anak agar tidak sembarangan menyalahgunakan uang, hidup boros dan lebih tertarik berinvestasi daripada membeli tak tidak dibutuhkan.

Demi Masa Depan, Pastikan Anak Anda Jago Berinvestasi 3 - Finansialku
[Baca Juga: Infografis 6 Hal yang Dapat Mengubah Preferensi Profil Risiko Seseorang dalam Berinvestasi]

Investasi identik dengan permainan modal sehingga siapapun pemainnya haruslah siap secara finansial. Faktor itulah yang tidak dimiliki anak-anak yang mana hidupnya masih bergantung pada orangtuanya. Namun jangan salah, mereka sudah berhak mendapatkan ilmu-ilmu yang berkaitan bagaimana untuk menjadi seorang investor. Tentu, yang dipelajari hanya dasar-dasarnya sehingga ketika mereka dewasa, mereka telah jago berinvestasi.

#1 Sebelum Sekolah Dasar: Tanamkan Bibit-Bibit Pengetahuan Investasi
Pendidikan investasi sudah dapat dimulai sebelum anak Anda duduk di bangku SD. Pada tahap awal ini, ajarkan hal-hal yang berkaitan dengan rasio harga atau pendapatan kepada anak Anda. Namun, gunakan konsep yang berbeda tetapi esensinya sama agar si kecil bisa mulai mengerti hubungan antara tindakan yang dilakukan saat ini dan hasilnya di masa mendatang.

Investasi adalah Sesuatu yang Dampaknya Dirasakan di Masa Depan
Untuk memudahkan pemahaman dan menarik minat anak Anda, ceritakan sebuah buku berjudul The Little Red Hen. Buku ini bercerita tentang seekor anak ayam yang menginvestasikan waktu dan kerja kerasnya untuk mengolah biji-bijian gandum menjadi roti. Si ayam kecil melakukan dan menjalani melalui beberapa proses, mulai dari menyemai benih, merawatnya hingga tumbuh besar, memanennya dan pada akhirnya membuat roti. Adapun hewan-hewan lain yang bermalas-malasan dan bahkan meremehkan usaha si ayam kecil. Pada akhirnya, mereka hanya gigit jari melihat ayam kecil tersebut makan dan sejahtera.

Ajarkan Anak Membuat Anggaran Keuangan Sederhana 2
[Baca Juga: Ajarkan Anak Membuat Anggaran Keuangan Sederhana]

Dari cerita ini, Anda dapat mengatakan pada anak Anda bahwa apa yang dilakukan oleh ayam kecil tersebut adalah upaya menjangkau masa depan. Si ayam berpikir jauh ke depan dan pada akhirnya dia mendapatkan imbalan atas waktu dan tenaga yang telah dikorbankan.

Investasi Dapat Berbentuk Apa Saja
Untuk mengajarkan investasi pada anak, dibutuhkan konsep pengajaran yang mudah dipahami dan dimengerti oleh logika mereka. Berikan penjelasan yang sederhana dengan mengajak anak Anda menanam tomat di kebun. Sementara Anda menemaninya menanam, katakan padanya bahwa tanaman dapat tumbuh besar jika dia mau menyiraminya dengan air secara rutin. Ketika tanaman tersebut telah tumbuh besar dan berbuah tomat segar, katakan padanya “Inilah hasil yang kamu peroleh atas investasimu di masa lalu.”

#2 Saat Duduk di Bangku Sekolah Dasar: Ajak Anak Anda Mengenal Investasi Secara Lebih Mendalam
Pada tahap ini, anak Anda telah mampu menyerap ilmu-ilmu investasi yang tingkatnya lebih sulit dari sebuah konsep sederhana yang telah Anda ajarkan sebelumnya. Bisa dikatakan, anak Anda akan memiliki ketertarikan dan rasa penasaran yang semakin besar dalam bidang investasi.

Cara Bijak Mengelola Keuangan Keluarga
[Baca Juga: Sudahkah Anda Mengelola Keuangan Keluarga dengan Benar?]

Saham adalah Sebuah Bagian Kecil dari Suatu Perusahaan yang Dapat Anda Miliki
Ajarkan anak Anda mengenai apa yang dimaksud dengan saham dan seperti apa saham itu. Beri tahu anak Anda dengan mengajak anak Anda ke Ancol, Dunia Fantasi. Katakan padanya bahwa semua wahana yang ada disana milik sebuah perusahaan. Begitupun halnya ketika Anda mengajak anak Anda belanja di supermarket. Katakan bahwa semua barang-barang jualan yang dipajang, mereka peroleh dengan cara membelinya dengan uang. Sementara itu, uang didapatkan dari hasil penjualan barang-barang yang ada di supermarket tersebut. Jika orang-orang datang dan membeli saham sebuah perusahaan, berarti mereka memiliki sebagian kecil saham tersebut.

Jangan Letakkan Semua Telur dalam Satu Keranjang
Berikan pemahaman pada anak Anda bahwa dia tidak boleh hanya bergantung pada satu barang jualan. Mintalah dia membayangkan memiliki sebuah restoran yang hanya menjual hamburger. Tidak semua orang menyukai hamburger, apalagi jika mereka tahu bahwa ada beberapa sapi yang sakit. Sudah pasti para pelanggan hamburger akan beralih ke restoran yang menjual ayam goreng. Jika Anda tidak menjual ayam goreng juga, sudah bisa dipastikan restoran Anda akan bangkrut.

orang-tua-jangan-sampai-salah-mengajarkan-keuangan-kepada-anak-finansialku
[Baca Juga: Orang Tua Jangan Sampai Salah Mengajarkan Keuangan Kepada Anak]

Ilustrasi di atas mengindikasikan betapa pentingya konsep keberagaman atau variasi dalam investasi. Seperti halnya ketika Anda membeli saham dari hanya satu perusahaan, tentunya Anda sedang membuat sebuah pertaruhan besar atas suatu perusahaan di masa mendatang. Lain halnya jika Anda membeli saham dari banyak perusahaan yang berbeda, Anda dapat mengurangi risiko kehilangan seluruh uang Anda. Pasalnya, jika saham dari beberapa perusahaan kualitasnya tidak bagus, kualitas saham dari beberapa perusahaan lainnya masih dapat diandalkan.

Lotre Bukanlah Sebuah Investasi
Anak Anda tentu tahu yang namanya lotre. Itulah cara yang mereka pahami untuk menghasilkan uang secepat kilat. Bahkan, tak sedikit anak yang gemar membeli lotre karena hadiah mainan yang ditawarkan. Untuk menyadarkan mereka bahwa bermain lotre itu salah, ajak mereka membeli beberapa tiket lotre untuk mendapatkan hadiah yang besar. Jika dia gagal memenangi satu pun hadiah dari beberapa kesempatan yang dimiliki, inilah kesempatan Anda untuk menjelaskan betapa kecilnya peluang menang dalam lotre. Katakan padanya bahwa untuk memenangkan jackpot dan hadiah yang sangat besar, kemungkinannya hanya kurang dari 1, dari 250 juta. Sangat kecil sekali peluang menangnya dan tentunya hobi semacam ini hanya menghambur-hamburkan waktu dan uang.

Demi Masa Depan, Pastikan Anak Anda Jago Berinvestasi 2
[Baca Juga: Fungsi Tabungan Bukan Untuk Kaya]

Gunakan Ilustrasi Sederhana yang Mudah Dipahami Anak Anda.
Tugas Andalah sebagai orangtua dalam mendidik anak Anda untuk memperkenalkan investasi. Gunakan dan pakailah cara sederhana yang dapat mudah dimengerti oleh mereka. Anda dapat mengambil sebuah ilustrasi, cerita atau kejadian nyata untuk memberikan penjelasan dan pengertian tentang ilmu investasi. Tidak ada salahnya untuk mengajarkan mereka dari sejak dini.

Menurut Anda, apakah anak Anda akan merasa senang jika belajar untuk berinvestasi sejak dini? Bagaimana cara yang Anda pakai? Silakan bagi pengalaman Anda bersama dengan anak Anda dalam memberikan edukasi investasi kepada mereka. Anda boleh memberikan saran dan pendapat pada kolom tersedia di bawah ini, terima kasih. Semoga bermanfaat dan saatnya untuk berbagi bersama orang lain.



Sumber Referensi:
Beth Kobliner. 13 Januari 2017. Make Your Kid an Investing Genius. https://goo.gl/67Vtef
Sumber Gambar:
Learning with Mom – https://goo.gl/5NIwFl
Kids – https://goo.gl/FI35yI
Kids with Dad – https://goo.gl/8QNtiQ

90+ Mindset yang Membuat Orang Susah Kaya


90+ Mindset yang Membuat Orang Susah Kaya
Apa saja mindset yang membuat orang susah kaya? Belum lama ini kami melihat sebuah buku karya Iin Susanto mengenai 99 Pola Pikir yang Bikin Orang Susah Kaya. Nah berikut ini daftarnya.

90+ Mindset yang Membuat Orang Susah Kaya
Beberapa waktu yang lalu, kami mendapatkan sebuah buku yang memberikan pandangan baru mengenai cara pikir atau mindset yang membuat orang susah kaya. Buku tersebut berjudul 99 Pola Pikir yang Bikin Orang Susah Kaya, karya Iin Susanto. Ternyata ada lebih dari 90 mindset yang menghalangi kita menjadi orang kaya. Berikut ini mindset yang membuat orang susah kaya:

90+ Mindset yang Membuat Orang Susah Kaya
[Baca Juga: 90+ Cara Miliarder Mengelola Keuangan yang Harus Anda Tiru]

Merasa tidak pantas menjadi orang kaya
Tidak bersyukur
Menyesali kekurangan
Yang penting kaya hati
Memandang uang hanya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
Ogah-ogahan membayar tagihan
Malas “menjual diri”
Menabung sisa penghasilan
Tidak berinvestasi
Sibuk berusaha demi bekerja di perusahaan besar
Makan seadanya
Malah berolahraga
Kurang tidur
Berpikir bahwa kerja social adalah kegiatan membuang watu
Ah gimana nanti aja deh
Tidak menerima kenyataan bahwa setiap manusia ada batasnya
Hanya terpaku pada kenyataan
Tidak percaya pada keberuntungan
Tidak memanfaatkan jaringan pertemanan
Tidak mau beramal
Lebih memilih berhemat daripada mencari tambahan penghasilan
Menganggap bermain adalah hal yang tidak ada manfaatnya
Tidak suka membaca
Kurang berimajinasi
Terlalu terbiasa dengan rutinitas
Kursus?? Ah mahal
Tidak mau berbagi pengetahuan
Tidak disiplin
Malu meminta bantuan orang lain
Tidak mau gagal
Berusaha hidup sebagai kalangan “kelas atas”
Sibuk dengan jenjang karir
Puas dengan gaji besar
Terlalu sibuk bekerja keras
Menjauhi risiko
Sibuk membelanjakan uang
Fokus pada barang-barang bermerk “branded”
Membeli semua barang yang “dibutuhkan”
Tidak memiliki asuransi
Tidak memiliki mobil, jadi buat apa belajar menyetir
Tidak bisa mengontrol emosi
Melupakan kehangatan keluarga
Tidak membuat catatan keuangan
Hemat atau pelit?
Selalu berusaha membuat orang lain terkesan
Malas membandingkan harga
Travelling itu mahal
Tidak mencoba hal-hal baru
Menganggap cuti sebagai sebuah kerugian
Menganggap orang kaya sebagai orang yang egois
Kurang berpikir panjang
Hanya memikirkan hal-hal besar
Merasa 24 jam sehari itu kurang
Tidak bisa bangun pagi
Enggan memberi bantuan kepada orang lain
Takut berutang
Tidak mau disangka miskin
Melihat uang secara emosional
Memanfaatkan internet hanya untuk media social
Tidak mau menggunakan barang bekas
Malas beres-beres rumah
Kurang mengulik gadget
Meremehkan uang receh
Menghindari pajak
Terlalu rajin belajar
Tidak semua orang bisa seperti Steve Jobs atau Bill Gates
Tidak menekuni hobi
Merasa cerdas dan percaya diri
Fokus pada keberuntungan
Melupakan kegagalan
Menghindari melakukan kesalahan
Ingin cepat kaya
Kurang peka terhadap keadaan sekitar
Hangout = boros
Langsung mengecek ponsel setelah bangun tidur
Punya banyak tujuan
Tidak mau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan remeh
Terlalu memikirkan hal-hal kecil
Selalu menunggu instruksi
Selalu menuntuk hak
Mengerjakan banyak hal dalam satu waktu
Bekerja hanya sesuai dengan job desc
Selalu mengharapkan gratisan
Senang menjadi the apple of the universe
Merasa tahu banyak hal dan berwawasan luas
Tidak mau menggunakan jasa perencana keuangan
Tidak berani boros
Bekerja demi uang
Nyaman dengan zona nyaman
Selalu menggunakan kartu kredit
Tidak jujur
Jadi kutu loncat
Bangga berlebihan pada diri sendiri
Senang dipuji
Suka mengintimidasi orang lain
Tidak peduli pada lingkungan hidup
Tidak punya kebiasaan menulis
Baper alias terlalu membawa perasaan
Memanfaatkan orang lain untuk kepentingan diri sendiri

Wow ternyata banyak sekali mindset yang menjadikan orang susah kaya. Jika Anda ingin mengetahui lebih lengkap mengenai penjelasan masing-masing list di atas, tidak ada salahnya Anda membaca buku tersebut. Baca juga kata-kata mutiara ini agar kita mendapat motivasi dalam mengubah mindset yang membuat orang susah kaya. Semoga kita dapat terjebak dari mindset yang membuat orang susah kaya. Selamat mencoba.

Apakah Anda pernah memiliki satu atau beberapa mindset yang membuat orang susah kaya? Nah bagaimana cara Anda melepaskan diri dari mindset tersebut.

Sumber Buku:
Iin Susanto.2016. 99 Pola Pikir yang Bikin Orang Susah Kaya. Jakarta : Grasindo
Sumber Gambar
Headache – http://goo.gl/MRX9CM

90+ Cara Miliarder Mengelola Keuangan, yang Anda harus Tiru!


90+ Cara Miliarder Mengelola Keuangan, yang Anda harus Tiru!
Ini dia 90+ Cara Miliarder Mengelola Keuangan, yang WAJIB Anda tiru! Finansialku.com tertarik untuk berbagi lebih dari 90 cara Miliarder mengelola keuangan. Kalau Miliarder saja mau melakukan, kenapa Anda tidak?

Daftar 90+ Cara Miliarder Mengelola Keuangan!
Terima kasih Bapak Budi Safa’at yang telah merangkum 99 cara Miliarder mengelola keuangan. Anda wajib membeli bukunya berjudul 99 Perbedaan Cara Mengelola Uang Miliarder vs Orang Biasa. Buku tersebut juga tersedia di toko-toko buku. Berikut ini daftar lebih dari 90 cara Miliarder mengelola keuangan.

90+ Cara Miliader Mengelola Keuangan, yang Anda harus Tiru dan Terapkan
[Baca Juga: Seperti Apa Cara Mengelola Keuangan Keluarga yang Benar?]


Miliarder melihat uang dengan logika, sedangkan orang biasa melihat uang dengan emosi.
Miliarder tahu cara menyimpan uang lalu menghasilkan lebih, sedangkan orang biasa hanya tahu menyimpan uang.
Miliarder punya target yang spesifik sedangkan orang biasa hanya bermimpi menjadi Miliarder.
Miliarder berusaha menaikkan pencapaiannya, sedangkan orang biasa sudah terlena.
Miliarder berusaha mengantisipasi bencana keuangan jauh-jauh hari, sedangkan orang biasa tidak menyadari bencana keuangan dapat datang kapanpun.
Miliarder merasa harus sukses dengan uang, sedangkan orang biasa merasa sukses dengan uang.
Miliarder menggunakan anggaran keuangan sebagai pedoman penting, sedangkan orang biasa meremehkan anggaran.
Miliarder menabung dengan menentukan jumlah dan langsung memotongnya, sedangkan orang biasa menyisihkan sebagian penghasilan (itu juga kalau ada yang dapat disisihkan).
Miliarder punya banyak rekening, sedangkan orang biasa hanya punya satu rekening.
Miliarder memiliki tabungan dan investasi untuk jangka waktu yang bervariasi, sedangkan orang biasa menabung untuk jangka waktu yang tidak pasti.
Miliarder mengedepankan komitmennya akan uang, sedangkan orang biasa terjebak ‘godaan-godaan’ keuangan.
Miliarder memiliki skala prioritas, sedangkan orang biasa terjebak dengan mimpi yang besar (tanpa mulai melangkah).
Miliarder mengecek kesehatan keuangan secara berkala, sedangkan orang biasa tidak pernah tahu kesehatan keuangannya.
Miliarder mampu menahan keinginannya, sedangkan orang biasa mudah terpancing.
Miliarder selalu memiliki perencanaan keuangan, sedangkan orang biasa malas merencanakan keuangan.
Miliarder selalau ingin menjadi juara, sedangkan orang biasa senang menjadi korban.
Miliarder berbagi tanpa batasan, sedangkan orang biasa berpikir panjang untuk berbagi.
Miliarder membelanjakan uangnya dengan perhitungan, sedangkan orang biasa membelanjakan uang sesuka hati.
Miliarder mempertimbangkan fungsi saat hendak membelanjakan uangnya, sedangkan orang biasa mengikuti yang lagi trend.
Miliarder rela membayar saran-saran finansial, sedangkan orang biasa mengabaikan saran-saran finansial.
Miliarder yakin kekayaan didapat dengan mengelola keuangan dan investasi, sedangkan orang biasa yakin kaya dengan menyimpan di tabungan.
Miliarder sadar televisi berpengaruh terhadap kecenderungan berbelanja, sedangkan orang biasa tak sadar pengaruh televisi dengan kecenderungan berbelanja.
Miliarder memberikan hadiah dengan buatan sendiri, sedangkan orang biasa memberi hadiah dengan membeli.
Miliarder menjamu kawan-kawan di rumah, sedangkan orang biasa menjamu kawan-kawan denga makan di luar.
Miliarder senang dengan perbandingan harga, sedangkan orang biasa nyaman dengan satu toko pilihan.
Miliarder memperlambat kerusakan barang miliknya, sedangkan orang biasa cenderung membiarkan barang miliknya rusak.
Miliarder berhemat sembari menjaga kesehatan, sedangkan orang biasa berhemat dengan membiarkan kesehatan.
Miliarder terbiasa menghindari kebocoran, sedangkan orang biasa menambal kebocoran.
Miliarder memanfaatkan keuntungan finansial dari satatusnya saat menjadi karyawan, sedangkan orang biasa justru mengabaikan keuntungan finansial saat menjadi karyawan.
Miliarder sadar banyak manfaat secara finansial ketika berhenti merokok, sedangkan orang biasa meremehkan dampak negatif merokok dari sisi keuangan.
Miliarder berani memulai bisnis, sedangkan orang biasa ragu memulai bisnis.
Miliarder membagi pos-pos keuangan, sedangkan orang biasa menyatukannya (dan kacau balau).
Miliarder menentukan pos-pos sejak awal berbisnis, sedangkan orang biasa mengabaikannya.
Miliarder teguh pada komitmen keuangan, sedangkan orang biasa mudan melanggar komitmen keuangan yang sudah dibuat.
Miliarder percaya setiap saran bernilai mahal, sedangkan orang biasa memandang saran sebagai angina lalu.
Miliarder berpikir menyuluruh, sedangkan orang biasa hanya memikirkan keuntungannya.
Miliarder berbisnis jika benar-benar memahami, sedangkan orang biasa berbisnis berdasarkan perasaan (feeling).
Miliarder memanfaatkan utang, sedangkan orang biasa takut dengan utang.
Miliarder tahu caranya mengelola uang, sedangkan orang biasa hanya sekedar tahu (dan belum tentu benar).
Miliarder punya anggaran untuk membesarkan koneksi, sedangkan orang biasa tidak memilikinya.
Miliarder menggunakan uangnya untuk belajar mencari pengalaman, sedangkan orang biasa mengeluarkan uang untuk belajar formal.
Miliarder bersahabat dengan kesalahan, sedangkan orang biasa menghindari dan memusuhi kesalahan.
Miliarder sebisa mungkin tidak mengeluarkan biaya jasa, sedangkan orang biasa cenderung meremehkan biaya jasa.
Miliarder berlibur dengan perencanaan, sedangkan orang biasa berlibur tanpa perencanaan.
Miliarder membeli rumah, mobil sesuai dengan kebutuhan, sedangkan orang biasa membeli untuk mendapat pengakuan.
Miliarder punya target yang jelas untuk dicapai, sedangkan orang biasa tidak memiliki target.
Miliarder memahami nilai uang, sedangkan orang biasa tidak memahaminya.
Miliarder memberi untuk menerima, sedangkan orang biasa ingin terus menerima.
Miliarder memberikan yang dibutuhkan, sedangkan orang biasa memberikan yang diminta.
Miliarder khawatir tanggung jawab sosialnya berkurang, sedangkan orang biasa khawatir kekayaannya berkurang.
Miliarder menggunakan uang sebagai nilai tambah, sedangkan orang biasa menggunakan uang sebagai alat tukar.
Miliarder mencari keberuntungan, sedangkan orang biasa menunggu keberuntungan.
Miliarder mengutamakan pentingnya asset, sedangkan orang biasa melupakan pentingnya asset.
Miliarder mendapatkan uang dari hobi, sedangkan orang biasa mengeluarkan uang demi hobi.
Miliarder mendapatkan uang dari bidang yang mereka minati, sedangkan orang biasa mendapatkan uang diluar bidang yang mereka minati.
Miliarder punya mindset akan menjadi seorang yang kaya raya, sedangkan orang biasa mindsetnya ingin menjadi kaya.
Miliarder tak mau hidupnya rumit tanpa rencana keuangan, sedangkan orang biasa memandang rencana keuangan membuat hidup menjadi rumit.
Miliarder memeriksa kembali semuanya sedangkan orang biasa tidak terbiasa melakukan pemeriksaan.
Miliarder senantiasa mempertanyakan tujuan penggunaan uang, sedangkan orang biasa tak banyak mempertanyakan penggunaan uang.
Miliarder berusaha tidak terjatuh, sedangkan orang biasa sering membiasakan dirinya terjatuh.
Miliarder selalu menuntaskan kebutuhan pribadinya, sedangkan orang biasa tak cepat menuntaskan kebutuhan pribadinya.
Miliarder cepat membuat keputusan terpenting karena cepat belajar, sedangkan orang biasa lambat membuat keputusan penting karena tak paham.
Miliarder memandang karyawan sebagai asset terbesar, sedangkan orang biasa memandang barang sebagai asset terbesar.
Miliarder membayar demi keaslian, sedangkan orang biasa mengakali keaslian.
Miliarder menggalang dana untuk mewujudkan idenya, sedangkan orang biasa justru mengeluarkan dana untuk mewujudkan idenya.
Miliarder merumuskan dan menganalisis perencanaan keuangan secara detail, sedangkan orang biasa sekedar merumuskan perencanaan keuangan.
Miliarder menginvestasikan uangnya untuk sumber daya manusia, sedangkan orang biasa menginvestasikan uangnya untuk peralatan.
Miliarder mementingkan langkah besar, sedangkan orang biasa mementingkan modal besar.
Miliarder mengorbankan Rp 10 untuk mendapatkan keuntungan, sedangkan orang biasa mengorbankan Rp 100 untuk mendapatkan keuntungan.
Miliarder berani berinvestasi dengan prinsip faktor pengali, sedangkan orang biasa berinvestasi demi sekali keuntungan.
Miliarder menjual produk impian, sedangkan orang biasa menjual produk biasa.
Miliarder tertantang menyelami investasi, sedangkan orang biasa memandang investasi itu rumit.
Miliarder berani mengambil keputusan sendiri, sedangkan orang biasa bergantung pada orang lain.
Miliarder memiliki watak temperamen yang tepat, sedangkan orang biasa cenderung labil.
Miliarder berpikir 10 tahun ke depan, sedangkan orang biasa berpikri 10 menit ke depan.
Miliarder membeli bisnisnya, sedangkan orang biasa membeli lembaran sahamnya.
Miliarder cenderung percaya peluang investasi ada di perusahaan berteknologi rendah, sedangkan orang biasa percaya peluang investasi ada di perusahaan berteknologi tinggi.
Miliarder tekankan kualitas dalam menanam saham, sedangkan orang biasa tekankan kuantitas dalam menanam saham.
Miliarder mengalir dengan apa yang diyakininya, sedangkan orang biasa terjebak fluktuasi.
Miliarder percaya berdasarkan fakta-fakta, sedangkan orang biasa terbuai janji manis.
Miliarder berpikir secara independen, sedangkan orang biasa berpikir atas dasar popularitas.
Miliarder berada di jalur kompetensinya, sedangkan orang biasa gampang tergoda hal-hal baru.
Miliarder percaya pada intuisi, sedangkan orang biasa percaya ramalan.
Miliarder berani melawan arus, sedangkan orang biasa mengacu sentiment yang sedang berkembang.
Miliarder memandang dirinya mesin bertenaga kuda dalam berinvestasi, sedangkan orang biasa memandang dirinya sebagai manusia biasa dalam berinvestasi.
Miliarder benar-benar menjadi andal, sedangkan orang biasa merasa sudah andal.
Miliarder menentukan instrumen, sedangkan orang biasa mencari instrumen.
Miliarder fokus pada hal kecil, sedangkan orang biasa terpaku pada hal besar.
Miliarder tergoda properti karena menjajikan, sedangkan orang biasa tergoda properti karena tampak sederhana.
Miliarder menghindari berutang untuk berinvestasi, sedangkan orang biasa sering berutang untuk berinvestasi.
Miliarder memandang dana darurat hanya untuk kondisi darurat, sedangkan orang biasa memandang dana darurat sebagai cadangan.
Miliarder tenggelam dalam permainan, sedangkan orang biasa orang biasa cepat lelah dalam permainan.
Miliarder berusaha terhindar dari kebangkrutan mendadak, sedangkan orang biasa sudah takut terlebih dahulu dengan kerugian sesaat.
Miliarder ingin memberi reward yang tepat, sedangkan orang biasa ingin memberi reward yang besar.
Miliarder mengharamkan toleransi terhadap hak-hak karyawannya, sedangkan orang biasa bertoleransi dengan hak-hak karyawannya.
Miliarder rela hartanya berkurang demi memenuhi janji, sedangkan orang biasa menyembunyikan uang demi menunda janji.
Miliarder rela mengeluarkan banyak demi hasil fantastis, sedangkan orang biasa mengeluarkan sedikit demi hasil fantastis.
Miliarder percaya ide menghasilkan uang, sedangkan orang biasa meyakini uang menghasilkan uang.
Miliarder mampu mengelola keterpurukan, sedangkan orang biasa bersembunyi di balik keterpurukan.

Tolong bantu isi list berikutnya: Apa yang membedakan miliarder dengan orang biasa dalam mengelola keuangannya?

Sumber Buku:
Budi Safa’at. 2015. 99 Perbedaan Cara Mengelola Uang Miliarder vs Orang Biasa. Jakarta: Grasindo.
Sumber Gambar:
City Movement – http://goo.gl/Fx50Vv

Pelajaran Cara Hidup Sederhana dari Warren Buffet


Pelajaran Cara Hidup Sederhana dari Warren Buffet
Bagaimana cara hidup sederhana yang dijalankan oleh Warren Buffet, Orang terkaya nomor 2 di Dunia? Tahukah Anda ternyata tidak semua orang kaya hidupnya boros. Mari kita belajar cara hidup sederhana dari seorang Warren Buffet.

7 Cara Hidup Sederhana Ala Warren Buffet
Kira-kira gaya hidup seperti apa yang akan Anda jalani jika Anda adalah orang terkaya ke-2 di dunia dengan jumlah kekayaan lebih dari Rp 500 Trilliun? Silahkan tuliskan apa saja yang akan Anda lakukan di kolom komentar di bawah ini.

Pelajaran Cara Hidup Sederhana dari Warren Buffet - Perencana Keuangan Independen Finansialku
[Baca Juga: 90+ Mindset yang Menyebabkan Anda Susah Jadi Orang Kaya]

Mungkin ada saja diantara teman-teman pembaca yang pusing bagaimana cara menghabiskan uang sebanyak itu. Coba apa saja yang dapat Anda beli jika punya kekayaan lebih dari Rp 500 Trilliun? Nah sebuah nilai positif yang dapat kita ambil dari sosok Warren Buffet adalah Beliau memilih cara hidup sederhana dan tidak aneh-aneh. Beliau memilih untuk bijak membelanjakan uang, hidup sederhana dan bersahaja. Kami dan Anda tampaknya perlu belajar banyak cara hidup sederhana dari seorang Warren Buffet. Berikut ini 7 pelajaran yang dapat kita ambil:

Cara Hidup Sederhana #1 : Beli Rumah yang Sesuai dengan Kebutuhan dan Kemampuan
Warren Buffet tinggal di sebuah rumah di kawasan Omaha Nebraska sejak tahun 1958. Rumah tersebut memiliki lima kamar sesuai dengan kebutuhannya (pada saat itu). Beliau membeli rumah tersebut seharga US$ 31.500 pada tahun 1958. Mungkin saat ini harga rumah tersebut setara dengan US$ 255.000. Kalau boleh dibandingkan, banyak lho orang-orang Indonesia yang memiliki rumah dengan nilai lebih dari harga tersebut.

Menurutnya membeli rumah yang sesuai dengan kebutuhan dengan harga yang sesuai kemampuan adalah cara yang tepat, karena kita dapat memanfaatkan uang kita lainnya untuk kebutuhan pendidikan anak atau biaya saat pensiun.

[Baca Juga: 5 Tahun Bekerja Bisa Membeli Rumah, Kenapa Tidak?]

Ingat rumah Anda belum tentu aset, bahkan rumah yang Anda tinggali bisa saja merupakan sebuah liabilitas. Aturan orang kaya adalah selalu memperbesar aset dan mengurangi (bahkan mengeliminasi) liabilitas (terlebih utang jelek).

Cara Hidup Sederhana #2 : Memprioritaskan Invesatsi dan Berinvestasi dengan Cermat
Salah satu perbedaan antara Warren Buffet dan orang-orang pada umumnya adalah bagaimana beliau memprioritaskan pengeluaran. Selain beramal, investasi adalah salah satu prioritas dalam menyusun pengeluaran bulanan. Dalam berinvestasi, Warren Buffet memiliki aturan main:

Aturan 1: Jangan sampai kehilangan uang. Aturan 2: Jangan lupakan aturan nomor 1.
CLICK TO TWEET
Salah satu nasehat Warren Buffet adalah jangan pernah berutang untuk investasi, kecuali Anda sudah benar-benar yakin dapat menghasilkan keuntungan. Beliau juga menyarankan agar kita berinvestasi pada diri sendiri, dengan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman, sebab tidak ada orang yang dapat mengambil pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki.

[Baca Juga: Berinvestasi Sesuai dengan Rencana Keuangan]

Cara Hidup Sederhana #3 : Hindari Mainan Mahal dan Barang-Barang Mewah
Nasehat tersebut adalah nasehat yang tentu saja umum dan sering Anda dengar, nah bagaimana orang terkaya nomor 2 di dunia dapat melakukan hal-hal tersebut? Ada sebuah survey untuk mengetahui “mainan” (barang-barang mewah) orang-orang kaya di dunia. Ternyata Warren Buffet tidak memiliki perahu pesiar (yacht) atau barang-barang yang mewah lainnya. Menurut Beliau, kebanyakan “mainan” hanya menimbulkan sakit leher.

[Baca Juga: Tidak Mau Dikatain MAKAN TU GENGSI, Hindari Hal-Hal Ini]

Jika kita dapat menarik pelajaran dari Warren Buffet, kita tentunya dapat mengenyampingkan GENGSI atau SOCIAL CURRENCY. Setidaknya kita tidak mudah tergiur dengan mobil sport mewah atau barang-barang bermerk lainnya. Justru Warren Buffet adalah seorang yang rajin menabung dan berinvestasi. Sementara orang lain bingung kehabisan uang, Beliau duduk santai melihat uangnya tumbuh.

Cara Hidup Sederhana #4: Kejar Habis-Habisan Minat (Passion) dan Wujudkan Tujuan Keuangan Anda
Tahukah Anda, bahwa Warren Buffet adalah orang yang sangat mencintai apa yang Beliau kerjakan. Hebatnya lagi, Beliau sampai-sampai jarang mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli “mainan” dan pergi berlibur. Apakah Anda termasuk orang yang mencintai pekerjaan Anda?

Jadikan Tujuan Hidup dan Ikigai Anda, Menjadi Sumber Pemasukan - Perencana Keuangan Independen Finansialku
[Baca Juga: Jadikan Tujuan Hidup dan Ikigai Anda, Sebagai Sumber Pemasukan]

Mungkin saja Anda bukan orang yang seperti Warren Buffet, melakukan pekerjaan yang Beliau sukai. Sebenarnya Anda dapat menemukan hobi atau kegemaran Anda dan menjadikannya sebagai sumber tambahan pendapatan, sekaligus cara untuk melepas stress.

Cara Hidup Sederhana #5: Jangan Pernah Membeli dengan Harga Ritel
Bagi teman-teman pembaca yang suka menawar harga, tentu saja saran ini adalah saran yang menyenangkan. Warren Buffet ternyata menyukai barang-barang yang didiskon, Beliau juga menerapkan hal yang sama dengan cara berinvestasinya. Salah satu strategi investasinya adalah membeli bisnis pada saat harga diskon dan menjualnya dengan keuntungan.

Cara Hidup Sederhana #6: Berdonasi dan Memberi Sedekah
Salah satu ajaran dan wejangan dari Warren Buffet adalah berdonasi. Orang terkaya nomor 2 di dunia ini juga pernah mendonasikan setengah hartanya untuk kegiatan sosial. Menurutnya mendonasikan barang-barang yang kita miliki atau memberikan bantuan kepada orang lain dapat memberikan kebahagian dan kententraman dalam hidup.

[Baca Juga: 90+ Cara Milliarder Mengelola Keuangan, dan Anda Harus Ikuti]

Cara Hidup Sederhana #7: Menimbang Baik dan Buruknya
Terkadang kita lupa memperhitungkan baik buruknya atau untung ruginya jika melakukan satu tindakan. Salah satu saran dari Warren Buffet adalah untuk selalu memperhatikan baik buruknya ketika Anda membelanjakan uang Anda, mengambil utang dan keputusan berinvestasi. Hal yang paling sederhana adalah komitmen terhadap kredit. Beliau adalah pengusaha yang juga menggunakan kredit untuk memaksimalkan keuntungan dan Beliau mampu berkomitmen terhadap keputusan-keputusannya tersebut.

Mau Hemat Tidak Harus Sengsara
Hidup berhemat dan sederhana bukan berarti kita harus hidup dalam kesengsaraan dan keterbatasan. Menikmati hidup juga tidak harus memaksakan gaya hidup orang lain kepada diri kita sendiri. Diakhir artikel ini, kami ingin menampilkan sebuah video mengenai keluarga The Joneses. Film ini mengajarkan banyak hal, seperti teknik pemasaran dan cara mengelola keuangan.

Youtube Courtesy. Hollywoodstreams. ‘The Joneses’ Trailer HD
Menurut Anda, apakah hidup sederhana lebih baik dibandingkan hidup dengan mewah?.

Sumber Artikel
Amanda Garcia. 25 May 2014. 7 Unbelievable Ways Warren Buffet Practices Frugality. Gobankingrates.com – http://goo.gl/5GFnw5
Lisa Smith. 13 November 2015. Warren Buffett’s Frugal, So Why Aren’t You?.Investopedia.com – http://goo.gl/aCdU2v
Sumber Gambar:
Warren Buffet – goo.gl/qEHqXi